YOGYAKARTA, 18 September 2026 – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, dan kondusif bagi kegiatan akademik. Komitmen ini ditegaskan melalui aksi sosialisasi serta pemeriksaan kesehatan yang berfokus pada kesehatan mahasiswa dan upaya peneraparan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di area kampus .
Penerapan KTR di lingkungan perguruan tinggi dipandang sangat krusial untuk melindungi civitas akademika dari bahaya paparan asap rokok dan residu kimia berbahaya. Dalam kegiatan pemeriksaan tersebut, tenaga kesehatan Ardhitya Sejati dari Puskesmas Depok 3 menjelaskan bahwa selain perokok pasif, masyarakat juga perlu mewaspadai bahaya third-hand smoke.
"Residu asap rokok yang menempel pada permukaan benda dapat bertahan lama dan tetap berpotensi terhirup kembali. Ini bahkan lebih berbahaya bagi perokok pasif. Selain itu, paparan gas karbon monoksida (CO) dari asap rokok secara tidak langsung dapat menurunkan kecerdasan dan performa belajar. Hal ini karena gas CO mengikat hemoglobin lebih kuat dibanding oksigen, sehingga mengganggu suplai oksigen ke otak," terang Ardhitya Sejati
Ardhitya menambahkan bahwa pendekatan edukatif dan persuasif menjadi kunci utama. Penegakan KTR tidak bertujuan menghakimi perokok, melainkan membangun kesadaran bersama melalui edukasi berkelanjutan, penyediaan layanan konseling berhenti merokok di klinik kampus, hingga pembentukan satgas monitoring. Salah satu metode penjangkauan yang dinilai efektif adalah penggunaan alat CO Analyzer saat pemeriksaan kesehatan untuk memberikan dorongan psikologis bagi perokok agar mengetahui kondisi paru-paru mereka secara langsung.
Respon positif turut datang dari para mahasiswa FDK UIN Sunan Kalijaga. Nawal Althaf Taqiyya Wedawi dan Rafa Radeya Satra, mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI), menyambut baik inisiatif kawasan bebas asap rokok ini.
"Area kampus memang perlu bebas asap rokok demi kenyamanan bersama. Kalaupun ada yang ingin merokok, sebaiknya di smoking area khusus agar tidak mengganggu yang lain," ujar Nawal.
Senada dengan hal tersebut, Rafa mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan CO Analyzer menjadi refleksi penting bagi perokok. "Mengetahui kadar CO memberikan motivasi tersendiri untuk berhenti merokok demi investasi kesehatan jangka panjang dan hidup lebih sehat," ungkapnya.
Melalui sinergi antara nakes, pengelola fakultas, dan mahasiswa, FDK UIN Sunan Kalijaga berharap edukasi KTR ini dapat membentuk pola hidup sehat berkelanjutan serta mendukung performa akademik civitas akademika secara maksimal.(Dind-prfdk)