Program Studi Magister Bimbingan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjalani asesmen lapangan BAN-PT pada 20–22 Februari 2026 secara online. Evaluasi eksternal ini menjadi penentu arah mutu akademik sekaligus cermin komitmen institusi dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi berbasis nilai keislaman.
Asesmen dilakukan oleh dua asesor BAN-PT, Dr. Safrodin, M.Ag. dan Prof. Dr. H. Andi Thahir, M.A., Ed.D., yang selama tiga hari menelaah dokumen, memverifikasi data, serta mewawancarai pimpinan fakultas dan pengelola program studi. Kegiatan ini merupakan bagian dari siklus akreditasi nasional guna memastikan penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar kriteria sembilan BAN-PT.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi, menegaskan bahwa asesmen lapangan bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum reflektif. “Ini ritual akademik yang harus kita laksanakan secara periodik untuk memastikan mutu yang kita kembangkan benar-benar terjamin dan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya. Ia mengingatkan, capaian akreditasi unggul tidak boleh membuat institusi lengah. “Kalau kita tidak berkomitmen dan konsisten menjaga keunggulan mutu, status unggul itu tidak akan bertahan selamanya.”
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Arif Maftuhin, berharap proses asesmen berjalan lancar dan membawa hasil terbaik. “Kita percaya bahwa ikhtiar ini, disertai doa, akan menghadirkan keberkahan. Semoga akreditasi ini menjadi bagian dari perjalanan kita menuju unggul,” katanya.
Bagi para asesor, asesmen lapangan adalah ruang muhasabah bersama. Dr. Safrodin menjelaskan bahwa tugas mereka bukan mencari-cari kekurangan, melainkan melihat secara objektif apa yang telah dikembangkan prodi. “Asesmen ini bagian dari evaluasi eksternal untuk saling muhasabah. Kadang kita merasa sudah baik, tetapi dari luar bisa terlihat celah yang perlu diperbaiki,” ujarnya. Ia menambahkan, proses ini cukup intens karena adanya revisi dan tambahan data, namun seluruhnya demi memastikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan secara faktual dan moral.
Prof. Andi Thahir juga optimistis terhadap kesiapan prodi. “Saya yakin evidence-evidence itu sangat mudah dihadirkan. Data-data yang dibutuhkan akan cepat disiapkan,” katanya.
Selama asesmen, tim BAN-PT melakukan pendalaman terhadap tata kelola, pengembangan kurikulum, capaian tridarma, hingga budaya akademik. Rektor menekankan pentingnya menggeser orientasi dari sekadar administratif ke substansial. “Akreditasi tidak boleh berhenti di borang. Ia harus menjadi napas keseharian dalam mengelola program studi,” ujarnya.
Prodi Magister BKI yang relatif muda ini diharapkan tumbuh dengan semangat pembaruan dan daya saing global. Evaluasi dari asesor menjadi titik tolak untuk memperbaiki penyelenggaraan program ke depan, sekaligus memperkuat posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi unggul dan bereputasi internasional.
Di balik tumpukan dokumen dan sesi wawancara yang padat, asesmen lapangan ini menyimpan harapan besar: agar mutu tidak sekadar klaim di atas kertas, melainkan budaya yang hidup di ruang-ruang kelas, diskusi, dan pengabdian. Sebab pada akhirnya, akreditasi bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang tanggung jawab moral kepada mahasiswa dan masa depan pendidikan.