Program Studi Kesejahteraan
Sosial Institut Teknologi Pagar Alam (ITPA) melakukan kunjungan akademik ke
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Kamis
(30/4/2026). Bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Fakultas Dakwah dan Komunikasi
(FDK), rombongan yang terdiri dari 15 mahasiswa angkatan pertama ini bertujuan
melakukan studi banding terkait model pembelajaran, pengelolaan laboratorium,
dan peran nilai agama dalam praktik kesejahteraan sosial.
Dekan FDK UIN Sunan Kalijaga,
Prof. Arif Maftuhin, menyambut langsung kunjungan tersebut bersama Ketua
Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), Muhammad Izzul Haq, dan
Sekretaris Prodi, Khotibul Umam. Dalam sambutannya, Arif menekankan relevansi
keilmuan kesejahteraan sosial yang saat ini memiliki animo tinggi di
masyarakat. Ia menggarisbawahi bahwa program studi IKS di UIN Sunan Kalijaga
merupakan satu-satunya yang berstatus negeri di wilayah Jawa Tengah dan DI
Yogyakarta, dengan tingkat serapan lulusan di dunia kerja rata-rata di bawah
satu tahun.
Perwakilan dari ITPA, Dr. Efan,
yang mendampingi Ketua Program Studi Wita Hariani, menyatakan bahwa kunjungan
ini merupakan upaya prodi baru untuk menggali wawasan dari institusi yang lebih
mapan. Pihak ITPA memberikan perhatian khusus pada bagaimana UIN Sunan Kalijaga
mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam ilmu kesejahteraan sosial.
"Kami ingin melihat di UIN Sunan Kalijaga ini seperti apa peranan agama
Islamnya agar bisa kami masukkan di ilmu kesejahteraan, karena saya yakin peran
agama sangat besar," ujar Efan.
Secara teknis, Muhammad Izzul Haq
menjelaskan bahwa kurikulum IKS di UIN Sunan Kalijaga telah mengacu pada
standar nasional dengan keunikan afiliasi pada tiga kementerian, yakni
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Kementerian Agama;
serta Kementerian Sosial.
Selain penguatan akademik, diskusi
dan tanya jawab antar dosen atau mahasiswa ITPA dan Fakultas Dakwah dan
Komunikasi berlangsung hangat untuk mempelajari tata kelola Laboratorium
Pengembangan Profesi Pekerjaan Sosial (LP3S) di FDK UIN Sunan Kalijaga dan
dinamika organisasi mahasiswa untuk menunjang kompetensi praktis mereka di
lapangan.
Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan fasilitas pendukung pembelajaran dan follow up mengenai prospek studi lanjut pada jenjang Magister Kesejahteraan Sosial di UIN Sunan Kalijaga. Melalui kolaborasi ini, kedua institusi berharap dapat memperkuat jejaring pendidikan tinggi kesejahteraan sosial di Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam bidang pelayanan sosial bagi masyarakat. (kh-ia)