Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung melakukan kunjungan studi banding ke FDK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk memperkuat tata kelola akademik dan transparansi keuangan. Rombongan yang dipimpin oleh Pembantu Dekan II Drs. H. Syamsudin RS., M.Ag. bersama tujuh staf bagian tata usaha tersebut diterima oleh Dekan FDK UIN Sunan Kalijaga, Prof. Arif Maftuhin, beserta jajarannya di ruang rapat Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Selasa (12/5).
Dalam
pertemuan tersebut, Syamsudin menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk
melakukan pemetaan program studi dan berbagi pengalaman pengelolaan fakultas.
Salah satu poin yang disoroti adalah keberadaan Program Studi Ilmu
Kesejahteraan Sosial (IKS) di UIN Yogyakarta, serta perbedaan struktur
organisasi di mana ilmu komunikasi di Yogyakarta berada di bawah fakultas yang
berbeda, sementara di UIN Bandung tetap menjadi bagian dari FDK melalui prodi
Jurnalistik dan Humas.
Fokus
pembahasan beralih pada strategi pengelolaan anggaran yang dipaparkan oleh
Prof. Arif Maftuhin. Ia menekankan komitmen efisiensi melalui kebijakan
penggunaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) yang ketat dan hanya
digunakan untuk keperluan mendesak. “Kebijakan ini bertujuan agar alokasi dana
dapat dialihkan untuk penguatan lembaga dan pengembangan sumber daya manusia
yang bersifat lebih konkret dan nyata.” kata Arif.
Arif
Menjelaskan manajemen keuangan di UIN Yogyakarta juga mengedepankan prinsip
keterbukaan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian
Negara/Lembaga (RKKL) dengan melibatkan seluruh ketua program studi. Salah satu
inovasi yang menonjol adalah integrasi program Sertifikasi Haji ke dalam RKKL,
yang terbukti meningkatkan indeks kinerja kerja sama serta berdampak positif
pada indikator perhitungan anggaran fakultas.
Selain
itu, kedua pihak mendiskusikan dinamika minat mahasiswa pada prodi tertentu,
seperti Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Bimbingan Konseling Islam
(BKI). Melalui pertukaran gagasan ini, kedua institusi diharapkan dapat terus
meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan efektivitas pengelolaan anggaran
berbasis prioritas.