Dilihat 0 Kali

02_835_Gemini_Generated_Image_vcdgo6vcdgo6vcdg.png
Gambar ilustrasi Peran PT Keagamaan di Tengah Krisis Global

Selasa, 10 Maret 2026 09:47:00 WIB

Peran PT Keagamaan di Tengah Krisis Global

Satu minggu sudah, Amerika Serikat dan Israel memerangi Iran. Perang ini membawa ketegangan geopolitik global semakin memanas dan memungkinkan konflik antarnegara di kawasan lainnya semakin terbuka. Dampak perang sangat jelas bagi masyarakat, yakni menciptakan kemorosotan ekonomi, rantai pasok terganggu, bahan baku mengalami kelangkaan, harga energi mengalami kenaikan, sedang industri mengalami penurunan produksi. Pasar mengalami ketidakpastian, pangangguran sudah pasti meningkat karena daya serap tenaga kerja semakin terbatas.

Dunia perang membawa masyarakat ke arah kecemasan masa depan. Di tengah situasi semacam ini, dapatkah perguruan tinggi memainkan peran lebih strategis? Tidak sekadar sibuk menghasilkan lulusan dengan gelar akademik. Lebih dari itu, memiliki kapasitas menjadi institusi yang mampu merawat harapan, menumbuhkan kesadaran kritis, dan terlibat aktif memberikan solusi atas berbagai persoalan zaman.

Literasi Geopolitik

Ketegangan geopolitik global saat ini tidak hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan antarnegara, lebih dari itu sangat terkait pula dengan krisis nilai multilateral, ketimpangan ekonomi global, serta ketidakadilan dalam sistem politik internasional. Perguruan tinggi keagamaan, seperti UIN Sunan Kalijaga, memiliki peran penting dalam memperkuat literasi geopolitik dan kesadaran global melalui perspektif etis dan spiritual sehingga turut serta mengembangkan visi perdamaian, keadilan, dan solidaritas kemanusiaan yang menjadi inti ajaran agama.

Perguruan Tinggi keagamaan seperti UIN Sunan Kalijaga kini memiliki banyak prodi yang tidak hanya berada dalam ruang lingkup Islamic studies

, juga kajian dalam bidang ilmu sosial humaniora, sains dan teknologi. Pendekatan integrasi dan interkoneksi antarbidang keilmuan yang selama ini dikembangkan, dapat berfungsi sebagai pusat produksi pengetahuan yang relevan untuk menjawab problem kekinian dan tantangan masa depan.

Tradisi intelektualitas keislaman mengemban misi bahwa ilmu pengetahuan tidak dapat memisahkan diri dari tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Berbagai persoalan dunia, seperti ketegangan geopolitik, krisis lingkungan, ketimpangan ekonomi, serta konflik sosial di banyak kawasan membutuhkan keterlibatan Perguruan Tinggi keagamaan untuk ikut terlibat menjadi bagian dari solusi, memberikan perspektif baru, baik melalui inovasi dan transformasi keilmuan maupun diplomasi-diplomasi akademik lainnya.

Misi Tri Ddharma

Misi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT) dapat diarahkan untuk memberi kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Pendekatan social engagement

sangat diperlukan agar PT terhubung dengan semua elemen di dalam masyarakat. Transformasi ilmu pengetahuan, sains dan teknologi yang selama ini menjadi kekuatan akademisi kampus dapat diarahkan untuk membangun resiliensi dan daya tahan ekonomi dari gejolak pasar sebagai dampak dari ketegangan geopolitik global.

Geopolitik global yang terus memanas, dapat saja membawa resesi ekonomi yang mengguncang ekonomi nasional dan lokal. Kondisi ini jika tidak diwaspadai, akan menciptakan penderitaan pula bagi sebagian besar masyarakat. Daya tahan ekonomi yang semakin menurun dapat pula menciptakan goncangan dan huru hara sosial. Kondisi semacam ini akan semakin menciptakan kerentanan di tengah kebijakan pemerintah yang makin kehilangan kepercayaan, karena kebijakan dan program sosialnya tidak relevan dan efektif menjawab tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi ideal social engagement

antara kampus dengan masyarakat, yakni dengan mengembangkan strategi memperkuat rantai pasok berbasis aset dan jaringan lokal, melakukan diversifikasi bahan baku dan mencegah ketergantungan terhadap bahan baku impor dan membangun kemandirian industri domistik. Hal ini untuk memastikan agar perputaran ekonomi domistik terus tumbuh. Sebagai aktor utama, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus difasilitasi dan diperkuat aksesnya dalam menghidupkan produksi dan distribusi. Tantangan utamanya adalah menyadarkan pemerintah agar kebijakan ekonomi komando, seperti pendirian Koperasi Merah Putih direvisi karena dapat menciptakan destabilitas antarpelaku ekonomi di dalam masyarakat lokal.

Dengan demikian, di tengah krisis global yang kian kompleks, perguruan tinggi keagamaan seperti UIN Sunan Kalijaga dapat menjadi pusat lahirnya generasi intelektual yang tidak hanya cerdas secara akademik, juga memiliki kepekaan moral dan tanggung jawab sosial. Jika peran tersebut di atas dapat dijalankan secara konsisten, maka perguruan tinggi keagamaan akan menjadi kekuatan penting dalam membangun masa depan peradaban yang lebih adil, damai, dan bermartabat.

(Oleh: Prof Dr Abdur Rozaki MSi, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Suka. Artikel ini terbit di https://www.krjogja.com/ Minggu 8 Maret 2026)