Gokhan, Wisudawan dari Prodi PMI Raih Predikat Terbaik Tercepat

Gokhan, wisudawan dari Prodi Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) meraih predikat Terbaik Tercepat dalam Wisuda Periode I Tahun Akademik 2022/2023 pada hari ke-3 pelaksanaan wisuda, Kamis (03/11/22) yang digelar di Gedung Prof. Dr. H.M. Amin Abdullah, M.A. (Multipurpose) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia lulus cumlaude dengan IPK 3,91 dengan lama studi 3 tahun, 11 bulan, 16 hari.
Saat dihubungi Tim Humas, Gokhan, nama yang cukup singkat pemberian kedua orang tuanya yang bernama Pirwan dan Surmawati ini, menceritakan bahwa namanya diambil dari Bahasa Turki “Gökhan” yang artinya raja.
Anak ke 2 dari 7 bersaudara ini mempunya hobi bermain gitar. Meskipun belum terlalu mahir, namun bisa menemani di sela-sela aktivitasnya. Di awal semester kuliah, ia pernah bekerja di bioskop sebagai crew part time. Kemudian pernah bekerja di outlet roti bakar sebagai koki. Hingga buka usaha roti bakar sendiri, tapi gagal. Kemudian pernah magang di Kementerian Sosial melalui program pejuang muda yang membahas Isu Program Keluarga Harapan (PKH), ia pun ditempatkan di wilayah Kabupaten Bantul. Gokhan juga pernah menjadi peneliti di PT Arjuna Wiyata Karya, yang outputnya Laporan Sosial Mapping, REA, dan SE, serta laporan PROPER. Ia juga pernah bekerja di Eksotika Desa (Vendor dari Kemendikbud) sebagai pendamping desa Wanurejo, Borobudur.
Lelaki yang lahir di Muara Enim, 6 Mei 2001 ini selama kuliah di FDK juga aktif di berbagai kegiatan. Ia mencoba mendaftar di UKM EXACT, UKM Lingkar Seroja, dan UKM SPBA. Ia pun lantas diterima di ketiga UKM tersebut.
“Saya ikuti selama 1 semester. Namun di semester kedua, saya putuskan untuk fokus di UKM Exact. Merintis menjadi anggota HRD UKM EXACT hingga dipercaya menjadi Ketua UKM. Untuk di luar kampus, saya aktif sebagai relawan di Yogyakarta. Mengajar selama satu tahun penempatan wilayah Babadan, Yogyakarta. Selain itu juga sempat mondok di Pesantren English Rintisan Ustadz Yafik (Dosen FUPI) selama satu tahun. Sebagai mahasiswa PMI, saya juga aktif di HMPS PMI sebagai koordinator intelektual,” ujarnya dengan penuh semangat.
Pemilik moto Positive Thinking to Create Positive Things ini mengaku bahwa dengan uang saku dari orang tua sebesar 1 juta rupiah/bulan cukup untuk biaya hidup di Yogyakarta.
“Uang tersebut saya gunakan seperlunya dan ditabung untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Kedua ortu saya sangat support untuk langsung melanjukan kuliah S2. Namun, saya ingin menggunakan uang saya sendiri atau dari beasiswa nantinya. Saya sadar bahwa di usia yang sekarang, saya sudah harus bisa mandiri. Sebagai seorang kakak, saya juga harus bisa membantu keperluan keluarga,” lanjut Gokhan.
Saat ini, ia sedang menjadi pengajar bahasa Inggris, ekonomi, dan bahasa Indonesia dengan status freelance di salah satu Bimbel di Muara Enim. Saya juga sedang mendaftar kerja yang sesuai jurusan. Dan sedang mempersiapkan berkas juga untuk mendaftar Beasiswa Indonesia Bangkit tahun depan.
“Alhamdulillah, selama kuliah di FDK saya beruntung bisa banyak belajar rumpun ilmu sosial di prodi PMI. Kita diajarkan untuk bersaing dalam ilmu sosiologi, antropologi, psikologi, dan tentunya di bidang community development. Dosen yang supportif dan teman-teman yang inspiratif menjadikan saya semangat mengikuti perkuliahan. Satu hal yang berarti di selama kuliah di UIN Sunan Kalijaga adalah pengetahuan keislaman yang moderat, rahmatan lil alamin. Kita diajarakan bagaimana bersikap dalam Islam, bagaimana berdakwah bukan hanya lewat lisan (bil lisan) tapi juga lewat perbuatan (bil hal). Dan yang paling penting selalu ada integrasi dan interkoneksi dalam pengetahuan umum dan pengetahuan Islam. Saya lebih aware dengan isu-isu sensitif soal agama dan sekaligus isu sosial masyarakat di Indonesia. Fasilitas di FDK cukup memadai, lingkungan yang bersih, dan civitas akademika yang ramah,” kesan Gokhan yang pernah menjadi Delegasi International Conference di Turki pada tahun 2019.
Ia menambahkan bahwa semua dosen di Prodi PMI tanpa terkecuali punya andil yang sangat besar dalam Pendidikan saya. Termasuk almarhum Pak Suyanto yang selalu memotivasi mahasiswa untuk semangat dan berkarya apapun kondisi yang dihadapi. Termasuk juga jajaran Dekanat, Tendik, dan semua civitas akademika di FDK.
“Terima kasih juga untuk para alumni Prodi PMI yang sangat supportif dan mau berbagi informasi. Terakhir, pesan saya untuk teman-teman mahasiswa, terus harumkan nama FDK baik tingkat nasional maupun internasional. Saya yakin, kesempatan terbuka sangat luas, tinggal bagaimana kita meraih kesempatan itu. Ada yang bilang bahwa kesuksesan itu rumusnya adalah kesempatan ditambah kesiapan pribadi. Kesempatan sudah tersedia, tinggal kesiapan pribadi yang perlu diasah. Jangan takut salah, jangan takut gagal, karena kita tidak akan pernah tahu hasilnya sebelum mencobanya,” tutup Gokhan. (Nurul)