Dilihat 0 Kali

02_380_IMG_1719.JPG
Proses pemeriksaan mahasiswa berlangsung secara bertahap dan terstruktur di Ruang Teatrikal FDK UIN Sunan Kalijaga.

Selasa, 15 September 2026 09:19:00 WIB

Pentingnya Profil Kesehatan, Merawat Masa Depan Mahasiswa FDK UIN Sunan Kalijaga

Pemetaan kondisi fisik dan mental mahasiswa sejak awal masa perkuliahan dipandang krusial, mengingat mereka datang dari berbagai penjuru Nusantara dengan latar belakang serta kondisi yang beragam. Untuk itu, FDK UIN Sunan Kalijaga, Poliklinik UIN Sunan Kalijaga, dan Puskesmas Depok 3 menggelar program cek kesehatan gratis bagi mahasiswa secara bertahap 11-18 September 2026 di Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

dr Diana Rismajani, salah satu anggota tim pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa pendataan ini penting untuk memetakan mahasiswa yang memerlukan perhatian atau penanganan medis lanjutan melalui fasilitas kesehatan BPJS. "Harapannya mahasiswa baru ini pada saat setelah dilakukan pemeriksaan kita punya datanya, dan mereka akan melakukan pengolahan terhadap pola hidupnya sehingga menjadi sehat," tutur Diana.

Inisiatif penyusunan profil kesehatan ini berangkat dari kesadaran pimpinan fakultas akan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam ekosistem akademik. Dekan FDK Arif Maftuhin menegaskan bahwa ketahanan fisik dan mental dosen maupun mahasiswa merupakan pondasi utama dalam menjaga kelancaran proses pembelajaran. "Kita selalu melihat bahwa manusia, entah itu dosen entah mahasiswa, itu adalah modal sebuah bangsa. Bangsa yang besar tidak mungkin kalau SDM-nya tidak sehat," tegas Arif

Bagi para mahasiswa baru, momen ini menjadi kesempatan berharga untuk lebih memahami kebutuhan tubuh sendiri. Sigit Prabowo, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), mengapresiasi langkah ini sebagai titik awal untuk membangun kebiasaan hidup yang lebih seimbang. "Dengan adanya pemeriksaan ini kami jadi mengetahui dari diri kami apa yang lebih dibutuhkan, apa yang harus dijaga, dan apa lagi yang harus diteruskan untuk hal-hal baiknya," ujar Sigit setelah pemeriksaan.

Manfaat serupa dirasakan oleh Ayu Faidal Azati, mahasiswa KPI asal Pekanbaru, Riau. Selain memperoleh pelayanan medis yang sigap, ia merasa terbantu dalam hal kelancaran administrasi kesehatan di perantauan. "Pelayanannya sangat baik dan sangat memuaskan. Terutama saya yang berasal dari Pekanbaru, Riau, itu saya bisa memindahkan fasilitas BPJS ke Klinik UIN SUKA," kata Ayu. Kemudahan ini memastikan akses pemantauan kesehatan lanjutannya dapat berjalan tanpa kendala selama menuntut ilmu di Yogyakarta.

Proses pemeriksaan berlangsung secara bertahap dan terstruktur. Petugas medis mengawali alur dengan pengukuran antropometri—meliputi tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut—lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah, golongan darah, hingga kesehatan gigi. Rangkaian pemeriksaan ini juga mencakup skrining psikologi serta konsultasi bagi mahasiswa melalui program upaya berhenti merokok. (prfdk)