Dilihat 0 Kali

02_405_IMG_4911.JPG
Pimpinan FDK UIN Sunan Kalijaga menggelar koordinasi bersama mahasiswa difabel S1 & S2.

Rabu, 14 Oktober 2026 10:00:00 WIB

Menyapa Mahasiswa Difabel, Meneguhkan Kampus Inklusif di Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Suasana hangat dan akrab berada dalam satu ruangan, jajaran pimpinan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga  berswafoto dengan 28 mahasiswa penyandang disabilitas dari jenjang S1 dan S2. Pertemuan koordinasi ini menjadi ruang dialog terbuka untuk saling menyapa, mengenalkan berbagai fasilitas kampus yang ramah disabilitas, sekaligus menyerap aspirasi mahasiswa demi kenyamanan proses perkuliahan, Selasa (13/10).

Dekan FDK UIN Sunan Kalijaga, Prof.Dr. Arif Maftuhin, M.Ag., M.A.I.S., mengungkapkan , pemenuhan aksesibilitas dan pendampingan mahasiswa disabilitas di tingkat fakultas merupakan bentuk kepedulian mendasar yang harus dijalankan secara mandiri oleh setiap unit kampus.

Bagi Arif, kemandirian fakultas dalam menyediakan layanan inklusif adalah kunci utama terwujudnya kesetaraan di lingkungan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa penyediaan fasilitas yang ramah disabilitas pada hakikatnya memberi manfaat bagi seluruh warga kampus. "Penyediaan layanan yang aksesibel itu sebenarnya adalah layanan yang akan bermanfaat untuk semua orang. Jadi kalau kampus itu inklusif, pendidikan inklusif, masjid inklusif, agama inklusif, ya semuanya akan ramah kepada semua orang," tambahnya.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama FDK, Dr. H. Muhsin, S.Ag., M.A., M.Pd., menjelaskan bahwa fakultas telah memasang penanda huruf Braille pada gagang pintu dan pegangan tangga di beberapa area gedung, serta menyediakan toilet aksesibel. Melalui pertemuan ini, pihak fakultas ingin memastikan bahwa fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal sembari mencatat kebutuhan baru dari mahasiswa.

"Pertemuan ini menjadi sarana sosialisasi fasilitas yang sudah ada sekaligus menyaring aspirasi. Tadi muncul usulan agar fasilitas air minum dilengkapi indikator suara supaya teman-teman netra tidak keliru membedakan air panas dan dingin," kata Muhsin. Ia juga menambahkan bahwa fakultas tengah menyiapkan rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Difabel Internasional sebagai wujud komitmen berkelanjutan.

Dukungan penuh terhadap proses kelancaran studi juga disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FDK, Prof.Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, M.Si., yang turut mendampingi jalannya dialog. Pajar menegaskan komitmen jajaran dekanat untuk mengawal kesetaraan hak belajar dan pelayanan akademik bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali. "Kami di jajaran dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi berkomitmen memberikan pelayanan sebaik mungkin dan memastikan seluruh proses pembelajaran berjalan ramah serta setara bagi setiap mahasiswa," tutur Pajar Hatma Indra Jaya.

Acara diakhiri dengan pembagian buku referensi karya Arif Maftuhin yang berjudul Menerjemahkan Fikih Sosial kepada mahasiswa difabel yang hadir. Buku ini mengusung tema besar yang diusung adalah Fikih Sosial, yang diterjemahkan dalam empat isu yakni fikih siyasah, fikih usuli, fikih tubuh, dan fikih difabel. (prfdk)