Suasana hangat dan akrab berada
dalam satu ruangan, jajaran pimpinan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN
Sunan Kalijaga berswafoto dengan 28
mahasiswa penyandang disabilitas dari jenjang S1 dan S2. Pertemuan koordinasi
ini menjadi ruang dialog terbuka untuk saling menyapa, mengenalkan berbagai
fasilitas kampus yang ramah disabilitas, sekaligus menyerap aspirasi mahasiswa
demi kenyamanan proses perkuliahan, Selasa (13/10).
Dekan FDK UIN Sunan Kalijaga, Prof.Dr. Arif Maftuhin, M.Ag., M.A.I.S., mengungkapkan , pemenuhan aksesibilitas dan
pendampingan mahasiswa disabilitas di tingkat fakultas merupakan bentuk
kepedulian mendasar yang harus dijalankan secara mandiri oleh setiap unit
kampus.
Bagi Arif, kemandirian fakultas
dalam menyediakan layanan inklusif adalah kunci utama terwujudnya kesetaraan di
lingkungan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa penyediaan fasilitas yang
ramah disabilitas pada hakikatnya memberi manfaat bagi seluruh warga kampus. "Penyediaan
layanan yang aksesibel itu sebenarnya adalah layanan yang akan bermanfaat untuk
semua orang. Jadi kalau kampus itu inklusif, pendidikan inklusif, masjid
inklusif, agama inklusif, ya semuanya akan ramah kepada semua orang,"
tambahnya.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan
dan Kerja Sama FDK, Dr. H. Muhsin, S.Ag., M.A., M.Pd., menjelaskan bahwa
fakultas telah memasang penanda huruf Braille pada gagang pintu dan pegangan
tangga di beberapa area gedung, serta menyediakan toilet aksesibel. Melalui
pertemuan ini, pihak fakultas ingin memastikan bahwa fasilitas yang ada dapat
dimanfaatkan secara optimal sembari mencatat kebutuhan baru dari mahasiswa.
"Pertemuan ini menjadi
sarana sosialisasi fasilitas yang sudah ada sekaligus menyaring aspirasi. Tadi
muncul usulan agar fasilitas air minum dilengkapi indikator suara supaya
teman-teman netra tidak keliru membedakan air panas dan dingin," kata
Muhsin. Ia juga menambahkan bahwa fakultas tengah menyiapkan rangkaian kegiatan
untuk memperingati Hari Difabel Internasional sebagai wujud komitmen
berkelanjutan.
Dukungan penuh terhadap proses
kelancaran studi juga disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FDK, Prof.Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, M.Si., yang turut mendampingi jalannya dialog.
Pajar menegaskan komitmen jajaran dekanat untuk mengawal kesetaraan hak belajar
dan pelayanan akademik bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali. "Kami di
jajaran dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi berkomitmen memberikan pelayanan
sebaik mungkin dan memastikan seluruh proses pembelajaran berjalan ramah serta
setara bagi setiap mahasiswa," tutur Pajar Hatma Indra Jaya.
Acara diakhiri dengan pembagian buku
referensi karya Arif Maftuhin yang berjudul Menerjemahkan Fikih Sosial kepada
mahasiswa difabel yang hadir. Buku ini mengusung tema besar yang diusung adalah
Fikih Sosial, yang diterjemahkan dalam empat isu yakni fikih siyasah, fikih
usuli, fikih tubuh, dan fikih difabel. (prfdk)