Fakultas Dakwah dan Komunikasi
(FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Medical Check-Up (MCU)
bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikannya. Kegiatan yang berlangsung
bertahap sejak 22 sampai 28 Oktober 2026 ini bertempat di Klinik Pratama UIN
Sunan Kalijaga. Melalui program yang berkolaborasi dengan Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga dan
Puskesmas Depok III, FDK dipercaya mendapat mandat sebagai pilot project
atau fakultas percontohan menuju terwujudnya gerakan Kampus Sehat berskala
lebih luas di lingkungan universitas.
Pemeriksaan kesehatan ini bukan
sekadar rutinitas medis sesaat, melainkan bagian dari penerapan kerangka
kebijakan "FDK Sehat 2026-2028". Dekan FDK UIN Sunan Kalijaga, Prof. ArifMaftuhin, M.Ag., menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan sangat
bergantung pada kualitas dan kebugaran sumber daya manusianya.
"SDM yang sehat itu adalah
kunci bagi keberhasilan lembaga. Tidak mungkin kita ingin lembaga kita sukses
tapi SDM-nya sakit-sakitan. Maka karena itu kesehatan SDM itu bagian dari upaya
kita untuk mewujudkan keberhasilan program-program kelembagaan," ujar
Arif.
Ia menambahkan bahwa hasil
pemeriksaan MCU ini akan dipetakan bersama pihak klinik untuk menentukan
tindakan penanganan yang proporsional bagi para pegawai. “Pemeriksaan MCU ini
tidak sekadar menjadi rutinitas medis, melainkan awal pembentukan basis data
profil kesehatan civitas akademika agar penanganan pencegahan dan pemeliharaan
kesehatan dapat dilakukan secara terukur.” kata Arif.
Dokter Diana dari Klinik Pratama
UIN Sunan Kalijaga menjelaskan betapa krusialnya pemetaan kesehatan berkala,
terutama dalam mendeteksi risiko gaya hidup yang kerap tidak disadari sivitas
akademika. "Pada dasarnya di usia-usia di atas 30 tahun itu kan sudah
terjadi banyak sekali akumulasi dalam tubuh kita. Misalnya faktor makanan atau
faktor kondisi tubuh yang jarang bergerak," papar dr. Diana menyoroti
tantangan kesehatan pekerja modern.
Ia menambahkan bahwa memiliki
rekam medis awal merupakan standar ideal untuk instansi mana pun.
"Sebaiknya semua karyawan itu mendapatkan medical checkup atau data
dasar kondisinya," jelasnya.
Kehadiran program MCU disambut
hangat oleh para pengajar dan staf tata usaha. Soeharto menilai kegiatan
skrining kesehatan berkala bagi pegawai perguruan tinggi merupakan langkah
krusial yang kerap terabaikan. "Program ini sangat bagus karena jarang
ada. Biasanya program seperti ini ada kalau pas seleksi pegawai saja. Padahal
setelah bekerja sekian lama, kita tetap membutuhkan pengecekan kesehatan untuk
mengidentifikasi potensi masalah," ungkapnya.
Inisiatif MCU ini merupakan
bagian terintegrasi dari kerangka besar FDK Sehat 2026–2028. Kebijakan ini
mencakup enam pilar utama, mulai dari penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Klinik
Konseling Berhenti Merokok, Lingkungan Fakultas Bersih, Sehat, Aman, Hijau, Dan
Inklusif, Edukasi Gizi Seimbang Dan Lingkungan Pangan Sehat, Aktivitas Fisik
Dan Olahraga, Kesehatan Mental Dan Kesejahteraan Psikososial, hingga Pencegahan,
Deteksi Dini, dan Pengendalian Penyakit. (prfdk)