Dilihat 0 Kali

02_249_IMG_5373.JPG
Dosen FDK UIN Sunan Kalijaga saat pemeriksaan rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG).

Jumat, 23 Oktober 2026 13:06:00 WIB

Jaga Aset Utama, FDK UIN Kalijaga Wujudkan Percontohan Kampus Sehat

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Medical Check-Up (MCU) bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikannya. Kegiatan yang berlangsung bertahap sejak 22 sampai 28 Oktober 2026 ini bertempat di Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga. Melalui program yang berkolaborasi dengan Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga dan Puskesmas Depok III, FDK dipercaya mendapat mandat sebagai pilot project atau fakultas percontohan menuju terwujudnya gerakan Kampus Sehat berskala lebih luas di lingkungan universitas.

Pemeriksaan kesehatan ini bukan sekadar rutinitas medis sesaat, melainkan bagian dari penerapan kerangka kebijakan "FDK Sehat 2026-2028". Dekan FDK UIN Sunan Kalijaga, Prof. ArifMaftuhin, M.Ag., menegaskan bahwa keberhasilan sebuah lembaga pendidikan sangat bergantung pada kualitas dan kebugaran sumber daya manusianya.

"SDM yang sehat itu adalah kunci bagi keberhasilan lembaga. Tidak mungkin kita ingin lembaga kita sukses tapi SDM-nya sakit-sakitan. Maka karena itu kesehatan SDM itu bagian dari upaya kita untuk mewujudkan keberhasilan program-program kelembagaan," ujar Arif.

Ia menambahkan bahwa hasil pemeriksaan MCU ini akan dipetakan bersama pihak klinik untuk menentukan tindakan penanganan yang proporsional bagi para pegawai. “Pemeriksaan MCU ini tidak sekadar menjadi rutinitas medis, melainkan awal pembentukan basis data profil kesehatan civitas akademika agar penanganan pencegahan dan pemeliharaan kesehatan dapat dilakukan secara terukur.” kata Arif.

Dokter Diana dari Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga menjelaskan betapa krusialnya pemetaan kesehatan berkala, terutama dalam mendeteksi risiko gaya hidup yang kerap tidak disadari sivitas akademika. "Pada dasarnya di usia-usia di atas 30 tahun itu kan sudah terjadi banyak sekali akumulasi dalam tubuh kita. Misalnya faktor makanan atau faktor kondisi tubuh yang jarang bergerak," papar dr. Diana menyoroti tantangan kesehatan pekerja modern.

Ia menambahkan bahwa memiliki rekam medis awal merupakan standar ideal untuk instansi mana pun. "Sebaiknya semua karyawan itu mendapatkan medical checkup atau data dasar kondisinya," jelasnya.

Kehadiran program MCU disambut hangat oleh para pengajar dan staf tata usaha. Soeharto menilai kegiatan skrining kesehatan berkala bagi pegawai perguruan tinggi merupakan langkah krusial yang kerap terabaikan. "Program ini sangat bagus karena jarang ada. Biasanya program seperti ini ada kalau pas seleksi pegawai saja. Padahal setelah bekerja sekian lama, kita tetap membutuhkan pengecekan kesehatan untuk mengidentifikasi potensi masalah," ungkapnya.

Inisiatif MCU ini merupakan bagian terintegrasi dari kerangka besar FDK Sehat 2026–2028. Kebijakan ini mencakup enam pilar utama, mulai dari penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Klinik Konseling Berhenti Merokok, Lingkungan Fakultas Bersih, Sehat, Aman, Hijau, Dan Inklusif, Edukasi Gizi Seimbang Dan Lingkungan Pangan Sehat, Aktivitas Fisik Dan Olahraga, Kesehatan Mental Dan Kesejahteraan Psikososial, hingga Pencegahan, Deteksi Dini, dan Pengendalian Penyakit. (prfdk)