Dilihat 0 Kali

02_329_model kolase (1).png
Kuliah Umum Haji Ramah Semesta di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Rabu, 13 Mei 2026 22:19:00 WIB

Rekonstruksi Manajemen Haji Inklusif Bagi Lansia, Penyandang Disabilitas Dan Perempuan

Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan kuliah umum bertajuk "Haji Ramah Semesta: Rekonstruksi Manajemen Haji Bagi Lansia, Disabilitas dan Perempuan" pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini menekankan pentingnya rekonstruksi tata kelola ibadah haji agar lebih inklusif bagi kelompok rentan, khususnya lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan perempuan.

Narasumber utama, Muhammad Muhlis, S.H., M.H., menjelaskan bahwa konsep "Haji Ramah Semesta" merupakan upaya integrasi nilai Rahmatan lil 'Alamin dalam manajemen haji yang holistik. Menurut Muhlis, penyelenggaraan haji tidak hanya berfokus pada aspek ritual, tetapi juga harus mencakup keramahan terhadap lingkungan (Green Hajj) serta jaminan keamanan bagi jamaah dengan kebutuhan khusus. Manajemen ini melibatkan pilar perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian (POAC) yang berorientasi pada kemaslahatan umat dan alam semesta.

Dekan FDK UIN Sunan Kalijaga, Prof. Arif Maftuhin, dalam sambutannya menyoroti perdebatan mengenai kriteria istithaah atau kemampuan fisik bagi penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa tugas pemerintah adalah menciptakan fasilitas aksesibel agar jamaah yang sebelumnya dianggap tidak mampu secara fisik menjadi mampu (istithaah) untuk menjalankan ibadah. Hal ini mencakup penyediaan infrastruktur yang memungkinkan kemandirian jamaah di tanah suci, baik dalam aspek transportasi maupun akomodasi.

Dalam implementasi tahun 2026, pemerintah telah menerapkan sejumlah strategi inovatif untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan dominasi jamaah lansia. Beberapa di antaranya adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI Crowd Analytics), gelang haji berbarcode berbasis Internet of Things (IoT), serta optimalisasi skema Murur dan Tanazul untuk memitigasi risiko kesehatan di lapangan.

Sekretaris Program Studi Manajemen Dakwah, Munif Solihan, M.P.A., menambahkan bahwa wawasan manajemen yang visioner diperlukan untuk membekali mahasiswa dalam mengelola organisasi dakwah secara profesional. Melalui rekonstruksi ini, penyelenggaraan haji diharapkan mampu mencapai "Tri Sukses Haji", yaitu sukses secara ritual, penguatan ekosistem ekonomi, dan pembinaan karakter jamaah yang mandiri.