"Jujur, ini pertama kali saya diterjunkan untuk Kuliah
Kerja Nyata. Sangat menyenangkan dan merasa gembira karena acara ini dihadiri
langsung oleh rektor beserta jajaran dan beberapa petinggi dari daerah
setempat," kata Naila di antara barisan 470 mahasiswa Fakultas Dakwah dan
Komunikasi dari 3.725 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang mengenakan seragam khas
Kuliah Kerja Nyata (KKN) berkumpul dalam prosesi pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Angkatan ke-120, di Halaman Gedung Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Selasa
(7/07) kemarin.
Naila menceritakan bahwa kelompoknya telah melakukan
observasi dan survei beberapa kali di lokasi pengabdian mereka, yakni Desa
Karangduku, Klaten, Jawa Tengah. Berbekal hasil pemetaan tersebut, mereka telah
merancang program kerja yang dinilai relevan dengan kebutuhan warga setempat.
"Pertama, saya membuat program shadaqah sampah untuk
mendukung SDGs tentang keberlanjutan lingkungan. Kemudian kami juga ada
digitalisasi UMKM dan mengadakan sanggar tari di Desa Karangduku. Harapannya,
semoga program yang kami susun dan rancang bisa menjadi program yang
berkelanjutan serta memberikan dampak yang lebih dan menunjang segi ekonomi
dari masyarakat tersebut," tutur Naila penuh harap.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi, menekankan bahwa
kegiatan ini adalah bukti nyata kepedulian mahasiswa terhadap inovasi
berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa upaya ini sejalan dengan posisi kampus yang
baru saja meraih peringkat signifikan dalam Times Higher Education
Sustainability Impact. "KKN ini wujud nyata dan inovasi berkelanjutan.
Karena itu kita berikan apresiasi dan penghargaan yang
setinggi-tingginya," kata Prof. Noorhaidi saat memberikan sambutan. Ia
mengingatkan mahasiswa untuk mewujudkan poin-poin SDGs, seperti pengentasan
kemiskinan dan akses pendidikan berkualitas, bersama masyarakat.
Senada dengan Rektor, Wakil Rektor Bidang III, Prof. Abdur
Rozaki, memberikan pesan mendalam mengenai makna pengabdian. Baginya, KKN
adalah momentum bagi mahasiswa untuk belajar menjadi pemimpin yang sabar dan
gotong royong. "KKN itu bukan sekedar Anda datang ke desa, tapi KKN itu ya
adalah ada Anda pulang ke Indonesia, Anda mengenal Indonesia kembali,"
tuturnya mengingatkan agar mahasiswa tidak menjadi beban, melainkan penggerak
aset desa agar mandiri.
Penerimaan mahasiswa ini disambut hangat oleh pemerintah
daerah yang diwakili oleh Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro'.
Ia memandang kehadiran mahasiswa sebagai jembatan penting antara teori akademis
dan realitas sosial. Gus Hanies, sapaan akrabnya, berharap mahasiswa tidak
hanya sekadar datang dan pergi, tetapi mampu menggali potensi spesifik desa.
"Ini ada titik temu antara kampus dan pemerintah. Ada agenda pembangunan
daerah yang diciptakan, dihubungkan dengan ilmu pengetahuan yang ada di kampus
tentu dengan realitas sosial yang ada di daerah masing-masing," ungkapnya.
Prosesi pelepasan yang ditutup dengan istighosah dan doa
bersama ini menandai dimulainya perjalanan 40 hari bagi para mahasiswa untuk
menanam jejak kebaikan.