Dilihat 0 Kali

02_675_Pelepasan KKN 120.png
Foto bersama mahasiswa FDK UIN Sunan Kalijaga dengan Pimpinan Universitas dan Wakil Bupati Rembang

Rabu, 08 Juli 2026 15:32:00 WIB

Kesiapan Mahasiswa FDK Mengabdi Ke Masyarakat Melalui KKN 120 UIN Suka

"Jujur, ini pertama kali saya diterjunkan untuk Kuliah Kerja Nyata. Sangat menyenangkan dan merasa gembira karena acara ini dihadiri langsung oleh rektor beserta jajaran dan beberapa petinggi dari daerah setempat," kata Naila di antara barisan 470 mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi dari 3.725 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang mengenakan seragam khas Kuliah Kerja Nyata (KKN) berkumpul dalam prosesi pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-120, di Halaman Gedung Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Selasa (7/07) kemarin.

Naila menceritakan bahwa kelompoknya telah melakukan observasi dan survei beberapa kali di lokasi pengabdian mereka, yakni Desa Karangduku, Klaten, Jawa Tengah. Berbekal hasil pemetaan tersebut, mereka telah merancang program kerja yang dinilai relevan dengan kebutuhan warga setempat.

"Pertama, saya membuat program shadaqah sampah untuk mendukung SDGs tentang keberlanjutan lingkungan. Kemudian kami juga ada digitalisasi UMKM dan mengadakan sanggar tari di Desa Karangduku. Harapannya, semoga program yang kami susun dan rancang bisa menjadi program yang berkelanjutan serta memberikan dampak yang lebih dan menunjang segi ekonomi dari masyarakat tersebut," tutur Naila penuh harap.

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata kepedulian mahasiswa terhadap inovasi berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa upaya ini sejalan dengan posisi kampus yang baru saja meraih peringkat signifikan dalam Times Higher Education Sustainability Impact. "KKN ini wujud nyata dan inovasi berkelanjutan. Karena itu kita berikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya," kata Prof. Noorhaidi saat memberikan sambutan. Ia mengingatkan mahasiswa untuk mewujudkan poin-poin SDGs, seperti pengentasan kemiskinan dan akses pendidikan berkualitas, bersama masyarakat.

Senada dengan Rektor, Wakil Rektor Bidang III, Prof. Abdur Rozaki, memberikan pesan mendalam mengenai makna pengabdian. Baginya, KKN adalah momentum bagi mahasiswa untuk belajar menjadi pemimpin yang sabar dan gotong royong. "KKN itu bukan sekedar Anda datang ke desa, tapi KKN itu ya adalah ada Anda pulang ke Indonesia, Anda mengenal Indonesia kembali," tuturnya mengingatkan agar mahasiswa tidak menjadi beban, melainkan penggerak aset desa agar mandiri.

Penerimaan mahasiswa ini disambut hangat oleh pemerintah daerah yang diwakili oleh Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro'. Ia memandang kehadiran mahasiswa sebagai jembatan penting antara teori akademis dan realitas sosial. Gus Hanies, sapaan akrabnya, berharap mahasiswa tidak hanya sekadar datang dan pergi, tetapi mampu menggali potensi spesifik desa. "Ini ada titik temu antara kampus dan pemerintah. Ada agenda pembangunan daerah yang diciptakan, dihubungkan dengan ilmu pengetahuan yang ada di kampus tentu dengan realitas sosial yang ada di daerah masing-masing," ungkapnya.

Prosesi pelepasan yang ditutup dengan istighosah dan doa bersama ini menandai dimulainya perjalanan 40 hari bagi para mahasiswa untuk menanam jejak kebaikan.