Dilihat 0 Kali

02_959_IMG_1599.JPG
Peserta Participatory Action Research (PAR) berswafoto bersama setelah kegiatan selesai.

Kamis, 10 September 2026 09:48:00 WIB

PAR S2 PMI:Menjelajah Ruang Digital Bersama Siswa Sanggar Anak Alam

Edukasi kemanan siber menjadi kian krusial mengingat lanskap digital Indonesia yang berkembang pesat. Untuk mengupayakan keamanan penggunaan internet bagi remaja Prodi Magister Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga bersama Sanggar Anak Alam (SALAM) melaksanakan kegiatan Participatory Action Research (PAR) yang dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema "Ruang Digital Ramah: Mencegah Bullying dan Membangun Komunitas Positif Di Media Sosial". yang diselenggarakan di ruang kelas Sanggar Anak Alam, Rabu (09/09) kemarin.

Kaprodi Magister Pengembangan Masyarakat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sriharini, menekankan bahwa kehadiran ruang digital adalah keniscayaan yang tidak seharusnya ditakuti. “Ruang digital adalah bukan ruang yang perlu kita hindari atau kita takuti, tetapi bagaimana kita manfaatkan dengan baik,” kata Sriharini saat membuka kegiatan PAR.

Sriharini menambahkan bahwa iklim internet yang aman tidak bisa terwujud tanpa kepedulian kolektif dari keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat. “Tugas untuk membangun ruang digital yang ramah anak itu bukan satu-satunya tugas dari salah satu pihak, tetapi harus bersama-sama,” ucap Sriharini. 

Salah satu fasilitator, Hidayatul Sholiha, M.Sos. dalam kegiatan tersebut menjelaskan keamanan online adalah praktik melindungi diri kita sendiri secara online dari serangan berbahaya atau risiko yang dapat membahayakan diri kita dan informasi kita. “Dalam proses pembelajaran ini sifatnya dinamis dan fun, dimana para peserta diajak menganalisis akar penyebab dan dampak kekerasan siber melalui metode diskusi Pohon Masalah, serta permainan simulasi mencocokkan kertas tindakan dan kertas konsekuensi” kata  Hida alumni S2 PMI UIN Sunan Kalijaga.

Selain itu para siswa SMA kelas 11 dan 12 Sanggar Anak Alam diajak membedah realitas risiko gawai, mulai dari perundungan siber (cyberbullying) hingga potensi kekerasan serta eksploitasi digital. Pemaparan situasi tersebut memberikan landasan kritis bagi para siswa untuk menyadari pentingnya menjaga keamanan diri serta jejak digital di media sosial.

Fasilitator kelas 12 SMA Sanggar Anak Alam, Aji Prasetyo, mengungkapkan kegembiraannya atas keterlibatan aktif para siswa yang mendapatkan wawasan baru dari diskusi interaktif tersebut. “Saya senang sekali ya karena banyak hal positif yang bisa dipetik, ada diskusi-diskusi yang menyenangkan sehingga ada satu insight dan experience baru dari anak-anak,” ujar Aji. Ia juga memberi masukan agar kegiatan serupa ke depan dapat mengulas perspektif sudut pandang pelaku, guna mencegah tindak kekerasan secara lebih menyeluruh.

Pengelola PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Sanggar Anak Alam, Yudistira Ardian, mengapresiasi wawasan mendalam yang dibagikan oleh tim UIN Sunan Kalijaga. “Ternyata kita bisa memetakan bahwa ternyata potensi dari penggunaan internet ini sangat beragam, jadi harapannya teman-teman di sini nanti bisa lebih bijak lagi,” kata Yudistira. 

Yudistira berharap berbekal wawasan dan empati yang terbangun, para siswa diharapkan mampu menularkan kebiasaan berinternet secara bijak kepada kawan sebaya mereka. (prfdk)