100 Hari Menabur: Apakah Sejatinya Tadarus Difabel Mingguan Ini?
Sahabat inklusi yang mulia...
...di PLD, Tim Ahli dan LPPM perihal tadarus difabel ini sudah terjelaskan sejak hari pertama…tapi saya sengaja menunda hingga tiba di hari ke-100 ini untuk menjelaskannya kepada sahabat semua…
Tadarus difabel mingguan ini adalah salah satu program 100 hari Koordinator PLD LPPM. Tadarus ini mengemban Misi menyapa semua sahabat inklusi agar lebih luas mengenal PLD dan lebih terang melihat Visi yang dirayakan oleh PLD. Semua itu disampaikan melalui narasi positif, kisah singkat, cerita ringan, bahkan bisa saja hanya dalam bentuk puisi yang ditaburkan setiap minggu ...
Tadarus difabel ini sengaja ditulis dengan "gaya nyantai saja", hal-hal kecil sederhana yang membahagiakan dikisahkan secara (mungkin) "tidak akademik" supaya tidak selalu tegang seperti membaca jurnal yang serba tertib, bertabur kutipan ilmiah...Saya juga hanya menuliskan pencapaian yang positif saja di tadarus mingguan ini karena menyadari kekurangan PLD masih terlalu banyak dan segala kekurangan itu adalah untuk langsung kami perbaiki. Kekurangan tidak dirayakan…
Segala hal kelebihan positif yang dicapai oleh seluruh sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga atau lainnya terkait tema inklusi meskipun hanya sebesar biji sawi, itulah yang kami rayakan di PLD...dan ditulis setiap minggu nya…
…dan saat ini kita sudah tiba di tadarus difabel minggu 15. Itu artinya sudah 100 hari...yang berarti juga program tadarus ini pun sudah tiba di hari ke-100, perahu kecil sudah sampai di dermaga, mission accomplished. Secangkir kopi dinikmati...(...Tapi...ada misi lanjutan...ketua LPPM minggu kemarin memberi saya pesan untuk melanjutkan perjalanan tadarus inklusi ini : "jangan berhenti 100 hari", demikian kata pak Kiyai...)
Saya mengucapkan terimakasih atas apresiasi bapak ibu dan para sahabat inklusi selama ini. Saya menyampaikan penghargaan tertinggi dan tidak terbatas kepada semua yang telah mendukung...Semoga sukses dan barokah...amiinn