"Kita berangkat dari warna yang berbeda, kita berangkat
dari tempat yang berbeda, kita berangkat dari fakultas-fakultas yang berbeda.
Namun satu hal yang membuat kita sama, bahwasanya kita satu Kalijaga," ujar
Saifuddin di hadapan ribuan peserta.
Pesan tentang harmoni dan sikap moderat juga dipertegas oleh
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Abdur Rozaki,S.Ag., M.Si. Menurutnya, kekayaan suku, etnik, hingga agama yang ada di UIN
Sunan Kalijaga harus disikapi dengan keterbukaan hati. Ia berharap mahasiswa
dapat membangun persahabatan lintas batas yang memperkokoh nilai-nilai
kebangsaan.
"Kita ingin ketika Anda semua masuk di UIN Sunan
Kalijaga dengan keanekaragaman ini, Anda harus meletakkan sikap yang moderat,
sikap yang toleran antara satu sama lain," tutur Rozaki menjelaskan
pentingnya semangat kesetaraan di lingkungan kampus.
Sebagai puncak seremoni, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof.Noorhaidi, M.A., M.Phil., Ph.D., secara resmi menyambut para mahasiswa baru
sebagai bagian dari keluarga besar "Kampus Peradaban". Beliau
menekankan bahwa masa kuliah adalah fase transformasi besar, di mana mahasiswa
dituntut untuk tidak sekadar menyerap ilmu, tetapi juga menjadi produsen
pengetahuan yang kritis dan kreatif.
"Hari ini adalah hari pertama Anda memasuki gerbang
baru, perjalanan baru. Bertransformasi dari pelajar menjadi pembelajar, dari
siswa menjadi mahasiswa, dari penerima ilmu pengetahuan menjadi produsen ilmu
pengetahuan di kampus ini," tegas Noorhaidi dalam pidatonya yang
inspiratif.
Acara pembukaan ini juga menjadi titik tolak bagi para
mahasiswa baru untuk mengenal tradisi akademik dan berbagai fasilitas
pendukung, mulai dari perpustakaan hingga organisasi kemahasiswaan.
Setelah seremoni di tingkat universitas usai, para mahasiswa
pun diarahkan menuju fakultas masing-masing untuk melanjutkan proses pengenalan
yang lebih spesifik, membawa harapan besar untuk menjadi sarjana yang mampu
membanggakan bangsa di masa depan.