Ruang 306 Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta dipenuhi suasana hangat pada Selasa (1/9/2026) pagi. Puluhan
mahasiswa magister baru berkumpul mengikuti Sosialisasi Pembelajaran (Sospem)
Semester Gasal 2026/2027 untuk bersiap memasuki jenjang akademik yang tidak
sekadar mengejar gelar, melainkan merawat komitmen sosial.
Agenda orientasi ini dirancang untuk membekali mahasiswa S2
dalam memproduksi pengetahuan yang mampu menjawab berbagai dinamika di
masyarakat. Melalui rangkaian sesi materi manajemen diri, relasi sosial, pencegahan
kekerasan di kampus, hingga integritas akademik, fakultas menegaskan posisinya
sebagai ruang keilmuan yang adaptif dan berdampak.
Dalam pembukaan acara, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi,
Arif Maftuhin, menekankan bahwa peran pendidikan tinggi magister hendaknya
melampaui sekat-sekat ruang kelas. Mahasiswa dituntut menjadi sosok intelektual
transformatif yang peka dan hadir langsung di tengah warga, bukan sekadar
berteduh di balik teori.
"Apakah kita benar-benar punya komitmen untuk
menjadikan universitas itu sebagai lembaga keilmuan yang memperbarui
pengetahuan dan menggerakkan perubahan sosial," ujar Arif. Ia meyakini
bahwa karakter intelektual sejati lahir dari kesediaan untuk mendampingi dan
menyelesaikan persoalan riil di masyarakat.
Pajar Hatma Indra Jaya menyampaikan arahan kepada mahasiswa Prodi Magister FDK
Selaras dengan pandangan tersebut, Wakil Dekan Bidang I FDK, Pajar Hatma Indra Jaya, menyampaikan bahwa mahasiswa pascasarjana
ditantang untuk aktif membaca fenomena sosial serta mengolahnya menjadi karya
pemikiran. Menurutnya, tradisi menulis menjadi kunci utama agar pengetahuan
tersebut dapat terdistribusi secara luas.
"Tujuan Sospem ini adalah membuat teman-teman segera
menyatu. Bagaimana teman-teman nanti bisa produktif memproduksi pengetahuan,
salah satunya lewat menulis. Tugas S2 itu melakukan interpretasi dan analisis
tajam terhadap realitas," tutur Pajar.
Kesiapan pengajaran jenjang magister ini juga ditunjang oleh
iklim akademik yang disiplin dan terukur. Selain pemenuhan standar bahasa
asing, kemampuan mempublikasikan gagasan dalam jurnal ilmiah menjadi syarat
penting yang harus disiapkan sejak awal perkuliahan.
Pengelola akademik pascasarjana, Khoirudin, mengingatkan
para mahasiswa agar menjaga konsistensi riset dan penulisan karya ilmiah selama
masa studi. "Karena ini program magister, nanti di Fakultas Dakwah kita
wajibkan untuk menulis artikel jurnal sebagai salah satu syarat munaqasah.
Waktu studi Anda itu sangat pendek, jadi proses menulis harus dimulai dari
sekarang," terangnya.
Melalui orientasi yang terstruktur dan pendekatan yang
humanis, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga siap mengawal
perjalanan para mahasiswa magister. Harapannya, pengetahuan yang diproduksi
dari kampus dapat menjadi kontribusi nyata bagi penyelesaian berbagai masalah
sosial di tengah bangsa.(prfdk)