Program Magister Bimbingan dan
Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga
menyelenggarakan Seminar Penguatan Riset Konseling Krisis dalam Perspektif
Islam di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa
(19/5/2026). Kegiatan penguatan kelembagaan ini bertujuan mematangkan
kompetensi riset mahasiswa sekaligus merespons hasil evaluasi akademik terkait
efektivitas masa studi.
Ketua Program Studi Magister BKI,
Moh. Khoirul, Ph.D., menjelaskan bahwa seminar tersebut merupakan langkah
strategis untuk mendorong mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu dalam empat
semester. "Kami mendorong mahasiswa sejak semester dua mendapatkan dosen
pembimbing tesis agar proses bimbingan lebih tajam dan mereka bisa segera
menempuh ujian," ujar Khoirul.
Dekan Fakultas Dakwah dan
Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Prof. Arif Maftuhin, menegaskan bahwa penguasaan
riset merupakan pilar utama yang membedakan jenjang pendidikan sarjana dan
magister. Menurut Arif, kemampuan melakukan penelitian yang mendalam adalah
kompetensi esensial yang harus dikembangkan secara berkelanjutan.
"Perbedaan paling pokok antara kuliah S1 dan S2 itu adalah riset, di mana
S2 menuntut kompetensi yang lebih tinggi untuk melakukan pengembangan
keilmuan," tutur Arif.
Arif juga menyoroti pentingnya
pemahaman dasar penelitian, seperti tinjauan pustaka, untuk memastikan kebaruan
dan kontribusi ilmiah para mahasiswa.
Selain itu beberapa narasumber
memaparkan materi dalam pertemuan ilmiah ini merespons fenomena kerentanan
psikologis yang meningkat, terutama di kalangan generasi muda. Dr. Eva Imania
Eliasa, M.Pd, memaparkan data prevalensi depresi nasional pada usia 15-24 tahun
mencapai 2 persen, di mana mayoritas belum mendapatkan pengobatan profesional.
"Krisis kesehatan mental pada Gen Z di Indonesia adalah realita yang tak
terbantahkan, ditandai dengan depresi hingga letalitas," tegas Eva.
Menanggapi hal itu, Prof. Dr. Hj.
Nurjannah, M.Si, menekankan peran spiritualitas dalam menghadapi berbagai
bentuk krisis, mulai dari bencana hingga depresi. Nurjannah menyatakan,
"Konseling Spiritual Islam membimbing manusia untuk tunduk kepada aturan
Allah dengan menguatkan spiritualitas iman yang diimplementasikan dalam
perbuatan nyata", ungkap Nurjannah.
Sementara itu, Nanang Erma
Gunawan, Ph.D, mendorong adanya reorientasi riset konseling yang lebih berfokus
pada pemulihan manusia di era krisis multidimensi. "Penelitian harus
menyentuh problem nyata dan konteks lokal agar memberikan kontribusi praktis
serta perspektif interdisipliner yang kuat," tutur Nanang.
Seminar yang diikuti oleh 30
mahasiswa ini juga membahas teknik intervensi praktis seperti Psychological
First Aid dan Model 7-Tahap Roberts untuk menangani kondisi darurat
psikologis. Melalui integrasi ilmu pengetahuan dan nilai agama, diharapkan
mampu menghasilkan riset konseling yang relevan bagi Masyarakat.