Dilihat 0 Kali

02_527_model kolase (7).png
Magister BKI UIN Sunan Kalijaga menggelar seminar riset konseling krisis perspektif Islam demi memitigasi depresi Gen Z yang men

Selasa, 19 Mei 2026 11:18:00 WIB

Prodi BKI UIN Suka Perkuat Riset Konseling Krisis Berbasis Perspektif Islam

Program Magister Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Seminar Penguatan Riset Konseling Krisis dalam Perspektif Islam di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa (19/5/2026). Kegiatan penguatan kelembagaan ini bertujuan mematangkan kompetensi riset mahasiswa sekaligus merespons hasil evaluasi akademik terkait efektivitas masa studi.

Ketua Program Studi Magister BKI, Moh. Khoirul, Ph.D., menjelaskan bahwa seminar tersebut merupakan langkah strategis untuk mendorong mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu dalam empat semester. "Kami mendorong mahasiswa sejak semester dua mendapatkan dosen pembimbing tesis agar proses bimbingan lebih tajam dan mereka bisa segera menempuh ujian," ujar Khoirul.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Prof. Arif Maftuhin, menegaskan bahwa penguasaan riset merupakan pilar utama yang membedakan jenjang pendidikan sarjana dan magister. Menurut Arif, kemampuan melakukan penelitian yang mendalam adalah kompetensi esensial yang harus dikembangkan secara berkelanjutan. "Perbedaan paling pokok antara kuliah S1 dan S2 itu adalah riset, di mana S2 menuntut kompetensi yang lebih tinggi untuk melakukan pengembangan keilmuan," tutur Arif.

Arif juga menyoroti pentingnya pemahaman dasar penelitian, seperti tinjauan pustaka, untuk memastikan kebaruan dan kontribusi ilmiah para mahasiswa.

Selain itu beberapa narasumber memaparkan materi dalam pertemuan ilmiah ini merespons fenomena kerentanan psikologis yang meningkat, terutama di kalangan generasi muda. Dr. Eva Imania Eliasa, M.Pd, memaparkan data prevalensi depresi nasional pada usia 15-24 tahun mencapai 2 persen, di mana mayoritas belum mendapatkan pengobatan profesional. "Krisis kesehatan mental pada Gen Z di Indonesia adalah realita yang tak terbantahkan, ditandai dengan depresi hingga letalitas," tegas Eva.

Menanggapi hal itu, Prof. Dr. Hj. Nurjannah, M.Si, menekankan peran spiritualitas dalam menghadapi berbagai bentuk krisis, mulai dari bencana hingga depresi. Nurjannah menyatakan, "Konseling Spiritual Islam membimbing manusia untuk tunduk kepada aturan Allah dengan menguatkan spiritualitas iman yang diimplementasikan dalam perbuatan nyata", ungkap Nurjannah.

Sementara itu, Nanang Erma Gunawan, Ph.D, mendorong adanya reorientasi riset konseling yang lebih berfokus pada pemulihan manusia di era krisis multidimensi. "Penelitian harus menyentuh problem nyata dan konteks lokal agar memberikan kontribusi praktis serta perspektif interdisipliner yang kuat," tutur Nanang.

Seminar yang diikuti oleh 30 mahasiswa ini juga membahas teknik intervensi praktis seperti Psychological First Aid dan Model 7-Tahap Roberts untuk menangani kondisi darurat psikologis. Melalui integrasi ilmu pengetahuan dan nilai agama, diharapkan mampu menghasilkan riset konseling yang relevan bagi Masyarakat.