548 mahasiswa baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK)
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mengikuti Sosialisasi
dan Orientasi Pembelajaran (SOSPEM) 2026 selama dua hari, Rabu-Kamis
(26-27/8/2026), agenda tahunan ini yang
menjadi jembatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik kampus
sebelum resmi terjun ke bangku perkuliahan.
Dalam sambutan yang disampaikan melalui video daring, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan menegaskan bahwa mahasiswa baru memegang peran kunci untuk merawat tradisi keunggulan akademik kampus yang dipadukan dengan nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan keindonesiaan. Ia mendorong para peserta untuk berani bermimpi besar sekaligus mengasah nalar kritis selama menempuh studi.
"Saudara semua adalah bagian dari masa depan UIN Sunan
Kalijaga. Karena itu, jadilah mahasiswa yang bukan hanya bangga menjadi bagian
dari kampus ini, tetapi juga kelak membuat kampus ini bangga karena prestasi
dan kontribusi," ujar Noor Haidi saat pembukaan SOSPEM secara online melalui
zoom.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. Istiningsih. menyampaikan bahwa dunia perguruan tinggi menghadirkan pola pembelajaran yang berbeda dari sekolah. Mahasiswa tidak lagi cukup menunggu dosen memberikan materi, tetapi harus aktif mengeksplorasi, membangun konsep, berdiskusi, bekerja sama, dan menemukan pengetahuan secara mandiri.
“Proses pembelajaran di perguruan tinggi membutuhkan kemandirian, kreativitas, kerja sama, partisipasi aktif, dan keberanian berdiskusi. Melalui proses itulah, mahasiswa ditempa menjadi ilmuwan sejati yang tidak sekadar menguasai, tetapi juga mampu memproduksi ilmu pengetahuan,” jelasnya.
Ketua CTSD (Center for Teaching Staff Development) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Muqowim, menjelaskan bahwa materi SOSPEM yang disampaikan berpijak pada tiga pilar utama: regulasi diri, relasi sosial, dan integritas akademik. Menurutnya, pendampingan ini diharapkan membekas jauh melampaui bangku kuliah, membentuk karakter mahasiswa hingga mereka terjun ke tengah masyarakat.
"Dampaknya itu lebih ke mereka menjadi semacam history maker di tempatnya masing-masing dengan nilai inti UIN," kata Muqowim, merujuk pada nilai Integratif-Interkonektif, Dedikatif-Inovatif, Inklusif-Contious Improvement yang menjadi napas dari semangat keilmuan yang memberdayakan (empowering knowledge, shaping the future).
Semangat itu diterjemahkan lebih nyata di tingkat fakultas. Di FDK, SOSPEM sengaja disusun menjadi ruang yang hangat dan menyenangkan, tempat mahasiswa baru tidak dibiarkan bingung atau kehilangan arah pada masa-masa awal yang biasanya paling rentan.
Wakil Dekan Bidang I FDK, Prof. Pajar Hatma Indra Jaya, mengatakan fakultas berupaya maksimal mendampingi mahasiswa agar sejak dini mampu memetakan cita-cita, baik target jangka panjang selama empat tahun perkuliahan maupun target jangka pendek di setiap semester.
"SOSPEM ini sebenarnya punya tujuan yang pertama adalah biar mahasiswa itu sukses ketika dia kuliah. Nah, yang pertama tentu dia harus bisa melakukan regulasi diri. Dia harus bisa menentukan tujuan ketika dia kuliah itu apa," terang Prof. Pajar.
Bagi Pajar, SOSPEM bukan sekadar agenda administratif pembuka semester. Ia berharap mahasiswa baru memaknai momen ini secara mendalam, sebab di sinilah untuk pertama kalinya dosen dan mahasiswa saling bertatap muka. "Kegiatan ini menjadi momentum yang sangat penting karena ini kali pertama dosen bertemu langsung dengan mahasiswanya, sekaligus memahami ke mana mereka harus mencari bimbingan ketika menghadapi kendala akademis," tutup Pajar.(prfdk)