Dilihat 0 Kali

02_144_IMG_9890_edited Abu.Suhud..jpg
Abu Suhud memberikan pidato purna tugas

Selasa, 01 September 2026 14:12:00 WIB

36 Tahun Mengabdi, Abu Suhud Purna Bakti Wariskan Kepedulian Sosial

Suasana hangat bercampur haru menyelimuti ruang Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta saat Pidato Purna Bakti, Senin (31/8). Hari itu menjadi seremoni penanda batas pengabdian formal bagi pendidik senior, Drs. Muhammad Abu Suhud, M.Pd. (dosen Prodi Pengembangan Masyarakat Islam), yang resmi memasuki masa purna tugas.

Bagi FDK, perjalanan Abu Suhud adalah rajutan sejarah yang panjang. Selama 36 tahun dan 4 bulan berkarya, ia telah melewati pasang surut kepemimpinan kampus di bawah 12 rektor yang silih berganti. Sejak masa kuliahnya pada tahun 1981 di fakultas yang sama, ia tumbuh bersama institusi ini dan menyaksikan bagaimana wajah mahasiswa serta atmosfer akademik bertransformasi.

Abu Suhud menjelaskan mengajar bukanlah rutinitas transfer ilmu semata, melainkan kerja keras melatih ketangguhan mental mahasiswa. Di ruang kelas, pedoman dan prinsip mendidik secara dinamis dilakukan. Agar mahasiswanya tidak gugup saat terjun ke masyarakat, dan selalu mewajibkan mereka untuk berani tampil berbicara di depan kelas.

"Setiap mata kuliah saya itu mahasiswa harus maju ke depan, harus ceramah," kenang Abu Suhud. Metode tampil sepuluh menit tersebut ia gunakan secara konsisten untuk melatih keberanian agar anak didiknya tidak tumbuh menjadi "ayam sayur" yang bingung setelah lulus nanti.

Dedikasi mendidik ini rupanya tumbuh subur melampaui pagar kampus. Sahabat sekaligus rekan sejawatnya sejak membangun Prodi PMI pada tahun 1998, Dr. Muhammad Nazili, M.P.D., memberikan kesaksian hangat tentang kiprah nyata sang senior di tengah masyarakat. “Di luar jam akademis, Pak Abu Suhud aktif mengasuh jemaah di 11 masjid, bahkan hingga ke wilayah pelosok berbukit di Gunung Kidul” kata Nazili.

"Pak Suhud ini kita semuanya tahu bahwa beliau ini sangat berkomitmen dalam profesinya sebagai pengabdi," tutur Pak Nazili, mengagumi keuletan sahabatnya yang konsisten membagi waktu untuk umat.


Karakter pendidik yang karismatik juga membekas kuat di hati Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Abdur Rozaki. Saat awal merintis karier sebagai dosen, Rozaki kerap mengintip dan belajar langsung dari cara seniornya berorasi di kelas.

"Saya mendengar kuliahnya Pak. Abu Suhud. Ia betul-betul orator. Bagaimana beliau itu mengajak mahasiswa, menginspirasi apa yang dilakukan oleh Nabi," kenang Rozaki dengan penuh hormat. Baginya, kehadiran Abu Suhud laksana "kohesi sosial perekat kami semua" di lingkungan fakultas  berkat pembawaannya yang hangat dan menyejukkan.

Keuletan itu juga diamini oleh Dekan fakultas Dakwah dan Komunikasi Prof. Arif Maftuhin. Sang Dekan teringat momen saat menghubungi Abu Suhud pukul sembilan malam untuk urusan administrasi, namun mendapati sang dosen masih berada di pelosok Gunung Kidul mendampingi masyarakat. "Pas saya telepon itu... 'Aku di Gunung Kidul ini Pak Dekan.' Nah malam-malam jam sembilan masih di Gunung Kidul," kenang Dekan menggambarkan keikhlasan pengabdian yang berjalan sunyi tanpa pamrih tersebut.

Menjelang hari-hari purnabaktinya, Abu Suhud menitipkan dua warisan pemikiran penting demi kemajuan FDK. Pertama, ia memimpikan adanya asrama mahasiswa khusus untuk tahun pertama guna membantu proses adaptasi sekaligus wadah pengabdian para dosen.

Kedua, ia mengusulkan gerakan kepedulian finansial berupa penyisihan sukarela sebesar 2,5 persen dari gaji pokok dosen untuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Langkah ini dirancang untuk menopang mahasiswa yang kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) agar tidak terpaksa mengambil cuti akademis. (prfdk)