Dilihat 0 Kali

02_647_IMG_9912_edited.Pak Irfai_edited.jpg
Ketua Program Studi BKI, Zaen Musyrifin membacakan profil Dr. H. Rifai, M.A

Selasa, 01 September 2026 14:52:00 WIB

Purna Tugas Dr. Rifai: Disiplin Tanpa Pamrih, Jejak Tanpa Akhir

Kursinya Dr. H. Rifai, M.A., kosong di hari itu, Senin (31/8). Namun kehadirannya justru terasa penuh di acara Pidato Purna Tugas dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Kalijaga yang berlangsung di Teatrikal FDK itu berlangsung tanpa sosok yang paling dinantikan. Kondisi fisik yang tiba-tiba menurun memaksa Rifai absen dari momen yang sejatinya digelar untuk menghormatinya.

Bahkan sebelum acara dimulai, sikap rendah hati Rifai sudah sempat terungkap. Ketua Program Studi BKI, Zaen Musyrifin, yang menghubunginya beberapa saat sebelum acara berlangsung, menceritakan keengganan sang senior saat tahu dirinya hendak diberikan penghormatan khusus.

"Beliau mengatakan, 'Kok rasanya kurang pas ya jika dibuatkan acara spesial ini, karena saya merasa kurang banyak berkontribusi selain mengajar, membimbing, menguji, dan seterusnya,'" tutur Zaen menirukan ucapan koleganya itu.

Namun, anggapan tentang minimnya kontribusi tersebut segera ditepis oleh rekan kerjanya. Evi Septiani, rekan dosen yang telah mengenal Rifai sejak masa kuliah bersama tahun 1994 di Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada (STAIMS) Yogyakarta, bersaksi bahwa dedikasi Rifai justru terletak pada kerjanya yang sunyi namun berkesinambungan.

"Dan saya tahu beliau sejauh ini cukup serius dan ulet dalam mengerjakan pekerjaanya. Meskipun tidak nampak wujudnya," ungkap Evi mengapresiasi ketangguhan sahabatnya yang juga aktif memimpin Ikatan Alumni Syuhada tersebut.

Karakter disiplin tanpa pamrih ini juga membekas kuat di hati rekan sejawatnya, Irsyadunas. Sejak kepulangan Rifai ke UIN Sunan Kalijaga, ia dikenal sangat tertib dalam menuntaskan segala tanggung jawab administratif maupun akademis di program studi.

"Beliau orangnya sangat disiplin dalam mengajar di dalam berkegiatan dan sangat rapi juga sangat detail dalam pekerjaannya," kenang Irsyadunas, menggambarkan bagaimana sang senior selalu menyelesaikan tugas tanpa menunda-nunda waktu.

Ketegasan yang dibalut kehangatan itu rupanya juga dirasakan langsung oleh para mahasiswa di ruang kelas. Muhammad Satrio Mufid Mafendi, mahasiswa aktif BKI angkatan 2023, mengenang bagaimana Rifai selalu menantang mahasiswa untuk belajar serius melalui ujian tertulis yang ketat.

"Kesan yang paling teringat dari Pak Rifai adalah beliau adalah dosen yang tidak pernah melaksanakan ujian secara online. Jadi ujiannya selalu offline, selalu pakai kertas, dan selalu closeb book," kisah Mufid. Meski begitu, di balik ujiannya yang mendebarkan, Rifai dikenal sebagai sosok penyabar yang tak pernah marah dan sangat toleran memaafkan keterlambatan mahasiswa

Pelepasan purna tugas bagi dosen BKI ini bukan sekadar seremoni birokrasi biasa. Bagi sivitas akademika FDK, momen ini merupakan ruang refleksi berharga untuk memaknai kembali arti kedisiplinan, ketekunan bekerja, serta keikhlasan mendidik yang ditinggalkan oleh sang guru selama bertahun-tahun di kampus tersebut.(prfdk)